Chapter 4: Pangeran Rui - Leng Jun Yu
suaranya sangat manarik. terdengar 70% serak dan 30% malas. Seperti membuka botol anggur yang bagus, sangat memabukkan.
Le Yao Yao merinding seolah kaget oleh petir. Dia merasa seolah ada listrik mrngalir melewati tubuhnya.
Le Yao Yao merinding seolah kaget oleh petir. Dia merasa seolah ada listrik mrngalir melewati tubuhnya.
Suaranya sangat memikat. Seperti memiliki sejenis kekuatan sihir. Terdengar sangat menenangkan dan menyentuh. Jiia ini waktu modern, dia mungkin dapat menjadi Raja Ballad atau sesuatu.
Tapi, siapa pria dibalik layar itu? Bisakah dia si legenda Leng Jung Yu?
Le Yao Yao tidak tahu pasti, yang bisa dia lakukan adalah berhenti dan menatapnya. Membutuhkan beberapa waktu sebelum dia dapat sadar dari bingung. Tapi, sebelum dia dapat mengatakan sesuatu, pria setampan Dewa muncul. Dia merasa ledakan di pikirannya, seolah tanah terguncang oleh petir. Dia membeku ditempat.
Oh tuhan!
Pria yang tampan seperti ini ada di dunia?
Rambutnya di dorong ke belakang saat tetesan terus-menerus jatuh dari rambut ke dadanya. basah menembus baju dan menonjolkan tubuh indahnya
Dia sekitar 180 cm, pundak lebar dan kaki kurus, ramping dan kekar seperti model. Ditambah, dia dengan jelas baru keluar kamar mandi. Dia hanya mengenakan pakaian dalam tipis warna beige(antara abu sama coklat) dengan ikatan yang sangat longgar disekitar pinggulnya.
Tapi karena basah, pakaian dalam warna beige itu menempel ditubuhnya seperti lem. Terlihat seperti dia tidak mengenakan apapun!
Faktor yang paling berlebihan adalah kerah yang terbuka lebar mengungkapkan dada telanjangnya.
Dia mempunyai kulit perunggu dan 8 otot perut sempurna. Terlepas dari sudut yang kamu lihat, itu seperti pahatan dengan perhatian sepenuhnya. Dia benar-benar ingin menyentuh ciptaan yanga bagus ini.
Saat dia terus melirik keatas dada, sebuah wajah yang memesona seperti Dewa menghadap padanya. Rambutnya sempurna dan alisnya sangat tepat!
Dia menatap sepasang pupil hitam yang gelap seperti langit malam. Matanya mengungkapkan sedikit rasa dingin, dan dibawah hidung lurus dan bangga nya, ada sepasang bibir mawar yang lembab.
Dia menatap sepasang pupil hitam yang gelap seperti langit malam. Matanya mengungkapkan sedikit rasa dingin, dan dibawah hidung lurus dan bangga nya, ada sepasang bibir mawar yang lembab.
Bibirnya mempunyai warna bunga sakura. Dia tidak dapat membayangkan apapun yang lebih cantik. Lirikan sederhana sudah cukup membuat seseorang menjadi hiperaktif. Dia benar-benar ingin mencium bibir itu!
Saat Le Yao Yao terus mengagumi pria didepannya, Leng Jun Yu juga menilai kasim kecil itu.
Saat Le Yao Yao terus mengagumi pria didepannya, Leng Jun Yu juga menilai kasim kecil itu.
Leng Jun Yu kaget dengan bagaimana terbukanya kasim kecil menatapnya. Dia tahu dia sangan tampan, tapi sejak dia kecil, tidak ada yang berani menatap tak tahu malu padanya dengan perilaku cabul.
Melihat ini, mata Leng Jun Yu menunjukkan kerlipan kaget. Anehnya, dia tidak jijik oleh itu. Faktanya, dia menemukan itu sedikit lucu!
Mungkinkanh karena ini pertama kalinya seseorang berani melihatnya dengan cara ini? Atau karena dia kasim kecil?
Leng Jun Yu tidak punya ide. Dia mengunci pupil gelap dingin pada mata kaget kasim.
Dia terlihat sekitar 15-16, agak kecil. Seragam biru gelap kasim membuat kulitnya terlihat putih seputih salju.
Dan juga, banyak kasim cenderung memiliki kulit putih. Tapi hampir semuanya menggunakan banyak make up. Normalnya, dia dapat mencium bau bubuk murah mereka dari jauh.
Tapi kasim kecil ini berbeda
Kulitnya seperti persik madu yang hampir matang. Dia terlihat sangat lezat dan menggoda. Leng Jun Yu ingin menggigit.
Komentar
Posting Komentar