Chapter 2: Melayani Pangeran Rui
Le Yao Yao takut dan tidak ingin, tapi dia adalah tipe orang yang akan baik-baik saja bahkan jika langit jatuh menimpanya. dalam waktu singkat, hatinya yang ketakutan teralihkan oleh keindahan arsitektur kuno disekitarnya.
"ya tuhan! ini sangat indah!"
Le Yao Yao berseru dengan terkejut. matanya bersinar terang mengungkapkan rasa ingin tahu dan kegembiraan. selain itu, mulutnya terbuka lebar. kegembiraan nya sangat jelas.
berpikir kembali, di masa lalu, dia selalu menikmati melihat arsitektur kuno. dulu, dia berpikir untuk pergi melihat kota terlarang* di Beijing, tapi ternyata, dia berakhir disini sebelum melakukannya.
*kota terlarang
walaupun dia tidak pernah ke Kota Terlarang, istana agung ini mungkin lebih mewah dari yang asli.
dimanapun dia melihat, ia dikelilingi oleh tembok bata merah. tangga utama yang menuju bangunan dan balkon berlapis lapis. karena ukuran dan design nya, mengeluarkan aura yang sangat menakutkan dan kuat
saat ini siang hari. matahari bersinar diatas kepala semua orang. berdasarkan cuaca, mungkin sekitar April sampai Mei. angin sejuk terasa sangat bagus.
sinar matahari yang indah keluar seperti gelas berwarna kuning dan memancarkan pemandangan menakjubkan.
sementars itu, banyak pelayan yang melewati taman kaisar. semua bergerak dengan sopan dan sesuai. mereka jelas dilatih untuk mewakili keluarga kerajaan.
Le Yao Yao sangat terbenam oleh pemandangan yang membuat lengah, ketika sadar, dia sudah ada di dapur.
dapur kerajaan sangat besar. karena siang, didalam seperti sebuah rumah gila. (RSJ)
tapi di saat Xiao Mu Zi dengan lembut bertanya, seluruh dapur berbalik diam. itu sangat diam bahkan jika sebuah jarum jatuh ke tanah, itu dapat terdengar.
"big brother Li, apakah makanan Pangeran Rui siap?"
diikuti pertanyaan Xiao Mu Zi, semuanya berhenti dan mengubah perhatian mereka ke Xiao Mu Zi.
"Xiao Mu Zi, hari ini... adalah giliran kamu untuk melayani Pangeran Rui?!" big brother Li, si juru masak tergagap. dia melebarkan matanya dan terlihat kaget. dia melihat ke Xiao Mu Zi dengan perilaku kasihan
"tidak,tidak,tidak.... itu bukan aku. itu adalah Xiao Yao Zi..." Xiao Mu Zi berubah pucat sambil menyangkal.
sekarang, semuanya merubah ekspresi berlebihan mereka ke Le Yao Yao.
Le Yao Yao merasa tekanan dalam jumlah besar dari semua tampilan kasihan mereka. dia tidak dapat membantu tetapi menyusutkan lehernya.
hey, berhenti melihat ku seperti itu. kalian terlihat seperti aku akan di eksekusi!
saat big brother Li tahu itu adalah giliran Le Yao Yao untuk melayani Pangeran Rui, dia langsung menggelengkan kepala dan mendesah. kemudian, dia tiba-tiba memotong paha yang terlihat enak (kayaknya unggas) dan mendorongnya didepan Le Yao Yao.
"ini. awalnya, aku menyimpan untuk diriku sendiri. tapi kamu akan.... aiii, aku akan membiarkanmu memilikinya!"
"benarkah? terima kasih banyak!"
tampilan lezat paha itu membuat Le Yao Yao mengeluarkan air liur. sebelum ini, dia sudah sangat lapar sampai perutnya tidak berhenti berbunyi.
tampilan lezat paha itu membuat Le Yao Yao mengeluarkan air liur. sebelum ini, dia sudah sangat lapar sampai perutnya tidak berhenti berbunyi.
lalu, dia tidak berpikir dua kali saat dia mulai melahap dengan ganas paha itu.
serius? dia tidak berpikir era kuno mempunyai paha kualitas tinggi. ini mungkin dapat disamakan dengan masakan bintang-lima.
Le Yao Yao sedang menikmati diri sepenuhnya ketika dia ingin berterima kasih sekali lagi ke big brother Li yang gemuk. tapi sebelum dia dapat mengatakan sebuah kata, dia mendengar big brother Li bergumam kepada dirinya. dia merasa seperti terkena petir-
"aiii, makan dengan tenang. setelah makanan ini, aku tidak yakin jika kamu bisa hidup untuk makan lain kali....."
"ehh?....."
"aiii, makan dengan tenang. setelah makanan ini, aku tidak yakin jika kamu bisa hidup untuk makan lain kali....."
"ehh?....."

Komentar
Posting Komentar